Minggu, 28 September 2008

Selebaran Iedul fitri dengan Corel Draw 11


Sebenarnya membuat Selebaran (brosure) info iedul fitri hanya sebagai perantara saja untuk mengumpulkan dana pembangunan masjid. Jadinya gak enak dan gak pantes atau ngetarani kalau hanya mengedarkan amplop ke para jamaah di rumah-rumah untuk mengumpulkan dana pembangunan masjid. Makanya dibuat brosure biar amplop yang diedarkan gak sendirian. amplopnya nanti jadi satu dengan brosure dibagi-bagi ke warga muslim di lingkungan masjid.

Amplopnya sudah distempel "Panitia Pembangunan Masjid", pertama untuk mengingatkan bahwa amplop itu perlu diisi uang lebaran dan dibawa saat sholat iedul fitri. Lumayan Kalau diberi amplop nyumbangnya bisa lebih gede dari pada dibiarkan seiklasnya, kan lebih baik gede tapi iklas dari kecil nggrundel.

Kedua supaya amplopnya tidak digunakan untuk keperluan lain, misalnya untuk buwuh, kan lucu. atau untuk bungkus surat ijin.

Model Brosure ini sudah lebih dari 3 kali masih dipertahankan, maklum kadang keburu waktu, dan minimnya inspirasi. Moga aja kawan2 ada yang punya ide, inspirasi yang lebih siip gituu. Sehingga brosure lebih dinamis, futuristik, dan ndak terkesan klasik. Memang sih brosure nya sempat mendapat kritikan yang pedes gitu. Tapi kalau ngritik gak disertai solusi, yaaa podo ambik gondrongg. Jare Pak wasis keplok gak tombok, akeh tunggal le.


Rabu, 06 Agustus 2008

Kamis, 31 Juli 2008

Khotmil Qur'an memperingati Isro' Mijroj



Penyelesaian Kubah Masjid BM Turen Permai

Selasa, 01 April 2008

Suara Tarkhim Mulai Berkumandang

Sejak tiga hari yang lalu, tepatnya Sabtu 29 Maret 2008 waktu subuh, suara Tarkhim mulai berkumandang di masjid Baitul Muhtadin (BM) Perum Turen Permai. Walau masjid ini sudah berdiri sejak 8 tahun silam, baru Subuh 3 hari kemarin suara tarkhim itu bisa berkumandang di corong masjid. Saya cari di google akhirnya dapat file tarkhim MP3 di blognya Mas Ghoffar .

Untuk memutar qiroah menjelang subuh, maghrib dan menjelang adzan Sholat jum'at di masjid BM menggunakan CD- MP3 player. Kebanyakan suara Tarkhim dikemas dalam bentuk kaset, sedang tape kaset di masjid dah lama nggak dipakai, kemungkinan sudah tidak sempurna untuk memutar kaset.
Untuk itu saya harus dapatkan file MP3 tarkhim.

Kini para jamaah bisa mempersiapkan diri untuk jamaah sholat subuh lebih awal, sehingga tidak ketinggalan jamaah. Karena sebelum adzan dikumandangkan diawali dengan suara tarkhim. Tarkhim ini memang berisi puji-pujian kepada Rosululloh berdurasi 6:12. merupakan ciri khas masjid-masjid pondok pesantren di Jawa.

Lebih marak lagi terdengar kala saat bulan Ramadhan.

Download Tarkhim MP3 Bisa di unduh disini

Jumat, 01 Februari 2008

Fasal tentang Tahlil

Fasal tentang Tahlil (1) 29/01/2008
Dalam bahasa arab, Tahlil berarti menyebut kalimah “syahadah” yaitu “La ilaha illa Allah” (لااله الا الله). Definisi ini dinyatakan oleh Al-Lais dalam kitab “Lisan al-Arab”. Dalam kitab yang sama, Az-Zuhri menyatakan, maksud tahlil adalah meninggikan suara ketika menyebut kalimah Thayyibah.Namun kemudian kalimat tahlil menjadi sebuah istilah dari rangkaian bacaan beberapa dzikir, ayat Al-Qur'an, do'a dan menghidangkan makanan shadaqah tertentu yang dilakukan untuk mendo'akan orang yang sudah meninggal. Ketika diucapkan kata-kata tahlil pengertiannya berubah seperti istilah masyarakat itu.

Tahlil pada mulanya ditradisikan oleh Wali Songo (sembilan pejuang Islam di tanah Jawa). Seperti yang telah kita ketahui, di antara yang paling berjasa menyebarkan ajaran Islam di Indonesia adalah Wali Songo. Keberhasilan dakwah Wali Songo ini tidak lepas dari cara dakwahnya yang mengedepankan metode kultural atau budaya.Wali Songo mengajarkan nilai-nilai Islam secara luwes dan tidak secara frontal menentang tradisi Hindu yang telah mengakar kuat di masyarakat, namun membiarkan tradisi itu berjalan, hanya saja isinya diganti dengan nilai Islam. Dalam tradisi lama, bila ada orang meninggal, maka sanak famili dan tetangga berkumpul di rumah duka. Mereka bukannya mendoakan mayit tetapi begadang dengan bermain judi atau mabuk-mabukan.

Wali Songo tidak serta merta membubarkan tradisi tersebut, tetapi masyarakat dibiarkan tetap berkumpul namun acaranya diganti dengan mendoakan pada mayit. Jadi istilah tahlil seperti pengertian di atas tidak dikenal sebelum Wali Songo.KH Sahal Mahfud, ulama asal Kajen, Pati, Jawa Tengah, yang kini menjabat Rais Aam PBNU, berpendapat bahwa acara tahlilan yang sudah mentradisi hendaknya terus dilestarikan sebagai salah satu budaya yang bernilai islami dalam rangka melaksanakan ibadah sosial sekaligus meningkatkan dzikir kepada Allah.

Persoalannya adalah, apakah doa orang yang bertahlil akan sampai kepada mayit dan diterima oleh Allah? Jika diperhatikan dalam hadits bahwa Nabi SAW pernah mengajarkan doa-doa yang perlu dibaca untuk mayit:

عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ: صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فَسَمِعْتُهُ يَقُوْلُ اللَّهُمَّ اِغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ“

Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik, ia berkata; Nabi SAW telah menunaikan shalat jenazah, aku mendengar Nabi SAW berdoa; Ya Allah!! ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkan dia.”Di dalam hadis, Nabi SAW pernah menyatakan;
يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ“
orang yang menyebut “la ilaha illa Allah” akan dikeluarkan dari neraka."Hadis ini menyatakan tentang keselamatan mereka menyebut kalimah syahadah dengan diselamatkan dari api neraka. Jaminan ini menandakan bahwa, menyebut kalimah syahadat merupakan amalan soleh yang diakui dan diterima Allah SWT.

Maka dengan demikian, apabila seseorang yang mengadakan tahlil, mereka berzikir dengan mengalunkan kalimah syahadah terlebih dahulu, kemudian mereka berdoa, maka amalan itu tidak bertentangan dengan syari’at, sebab bertahlil itu sebagai cara istighatsah kepada Allah agar doanya diterima untuk mayit.Dari hadis tersebut juga dapat diambil kesimpulan hukum bahwa, doa kepada mayit adalah ketetapan dari hadits Nabis SAW maka dengan demikian, anggapan yang mengatakan doa kepada mayit tidak sampai, merupakan pemahaman yang hanya melihat kepada zhahir nash, tanpa dilihat dari sudut batin nash.

Argumentasi mereka adalah firman Allah SWT:
وَاَنْ لَيْسَ للإنْسَانِ اِلاَّ مَاسَعَى“Dan tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dia kerjakan”. (QS An-Najm 53: 39)Juga hadits Nabi Muhammad SAW:
اِذَامَاتَ ابْنُ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ“

Jika anak Adam meningga, maka putuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan, dan anak shaleh yang mendo’akannya.”


H.M.Cholil Nafis, MA.
Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU


sumber : http://www.nu.or.id/page.php

Jumat, 11 Januari 2008

Khotmil Qur'an 1 Muharram 1429 H.

Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muhtadien Perum Turen Permai Mengadakan Khotmil Qur'an dan Tahlil akbar. Khotmil Qur'an dilaksanakan tanggal 1 Muharram 1429 H. atau tanggal 10 Januari 2008 hari Kamis, mulai setelah sholat Subuh sampai setelah Sholat Dhuhur.

Acara dibuka oleh Ust. Zainal Arifin, dalam sambutannya dia mengatakan bahwa tujuan acara ini adalah menyambut Tahun Baru Islam (1 Muharram 1429 H) sekaligus birul walidain, dan kirim doa kepada para anggota keluarga dari warga turen permai yang telah meningal dunia.

acara yang selalu rutin dilaksanakan tiap tahun sekali ini digunakan untuk penggalangan dana pembangunan masjid. Hampir 60 keluarga terlibat dalam acara ini. Mereka bebas menentukan partisipasinya,
  • ada yang memilih ikut pembacaan Qur'an,
  • ada juga yang ikut semaan saja,
  • banyak yang titip sodaqoh jariyah
  • ibu-2 lebih nikmat memilih terlibat menyiapkan konsumsi
  • menyerahkan daftar nama almarhum-almarhumah keluarga mereka
  • sekitar 20% partisipan memilih semua bentuk partispasi

Alhamdulillah dana yang terkumpul sebesar Rp 1.148.000 dari acara ini. Semoga Amal jariyah dari para muslimin muslimat warga Turen Permai mendapat ridho dari Allah SWT. dan mendapatkan ganti rejeki yang berlipat ganda amien.