<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150</id><updated>2011-09-01T21:46:37.008+07:00</updated><category term='trik'/><category term='khotmil qur&apos;an'/><category term='Berita Duka'/><category term='download'/><category term='gali dana'/><category term='tarkhim'/><category term='tokoh'/><category term='1 muharram'/><category term='bangunan'/><category term='ibadah'/><category term='mp3'/><category term='isro&apos; mi&apos;roj'/><category term='kiblat'/><category term='iedul fitri'/><category term='Iedul Adha'/><title type='text'>Masjid Baitul Muhtadien Perumahan Turen Permai</title><subtitle type='html'>Masjid Baitul Muhtadien Perumahan Turen Permai Talangsuko Turen Kab Malang Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-8343965803907751565</id><published>2011-04-24T17:27:00.001+07:00</published><updated>2011-04-24T17:33:45.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>KH. Abdul Hamid Pasuruan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-v2O81oVirqs/TbP8eA27e8I/AAAAAAAAApw/pgsqwq7JAsY/s1600/kyai-hamid-pas2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-v2O81oVirqs/TbP8eA27e8I/AAAAAAAAApw/pgsqwq7JAsY/s320/kyai-hamid-pas2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599096354308324290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KH. Abdul Hamid Pasuruan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH. Abdul Hamid Lahir pada tahun 1333 H,  di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah.Wafat 25 Desember  1985.&lt;br /&gt;Pendidikan: Pesantren Talangsari, ]ember; Pesantren Kasingan,  Rembang, Jateng; Pesantren Termas, Pacitan, Jatim. Pengabdian: pengasuh  Pesantren Salafiyah, Pasuruan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabarannya memang diakui tidak  hanya oleh para santri, tapi juga oleh keluarga dan masyarakat serta  umat islam yang pernah mengenalnya. Sangat jarang ia marah, baik kepada  santri maupun kepada anak dan istrinya. Kesabaran Kiai Hamid di hari  tua, khususnya setelah menikah, sebenarnya kontras dengan sifat kerasnya  di masa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kiai Hamid dulu sangat keras,” kata Kiai Hasan  Abdillah. Kiai Hamid lahir di Sumber Girang, sebuah desa di Lasem,  Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 1333 H. Ia adalah anak ketiga dari  tujuh belas bersaudara, lima di antaranya saudara seibu. Kini, di antara  ke 12 saudara kandungnya, tinggal dua orang yang masih hidup, yaitu  Kiai Abdur Rahim, Lasem, dan Halimah. Sedang dari lima saudara seibunya,  tiga orang masih hidup, yaitu Marhamah, Maimanah dan Nashriyah,  ketiganya di Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamid dibesarkan di tengah keluarga  santri. Ayahnya, Kiai umar, adaiah seorang ulama di Lasem, dan ibunya  adalah anak Kiai Shiddiq, juga ulama di Lasem dan meninggal di Jember,  Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Shiddiq adalah ayah KH. Machfudz Shiddiq, tokoh  NU, dan KH. Ahmad Shiddiq, mantan Ro’is Am NU. Keluarga Hamid memang  memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan dunia pesantren.  Sebagaimana saudara-saudaranya yang lain, Hamid sejak kecil dipersiapkan  untuk menjadi kiai. Anak keempat itu mula-mula belajar membaca al-Quran  dari ayahnya. Pada umur sembilan tahun, ayahnya mulai mengajarinya ilmu  fiqh dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian, cucu kesayangan itu mulai pisah  dari orangtua, untuk menimba ilmu di pesantren kakeknya, KH. Shiddiq,  di Talangsari, Jember, Jawa Timur. Konon, demikian penuturan Kiai Hasan  Abdillah, Kiai Hamid sangat disayang baik oleh ayah maupun kakeknya.  Semasih kecil, sudah tampak tanda-tanda bahwa ia bakal menjadi wali dan  ulama besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada usia enam tahun, ia sudah bertemu dengan  Rasulullah,” katanya. Dalam kepercayaan yang berkembang di kalangan  warga NU, khususnya kaum sufi, Rasulullah walau telah wafat sekali waktu  menemui orang-orang tertentu, khususnya para wali. Bukan dalam mimpi  saja, tapi secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dengan Rasul menjadi semacam  legitimasi bagi kewalian seseorang. Kiai Hamid mulai mengaji fiqh dari  ayahnya dan para ulama di Lasem. Pada usia 12 tahun, ia mulai berkelana.  Mula-mula ia belajar di pesantren kakeknya, KH. Shiddiq, di Talangsari,  Jember. Tiga tahun kemudian ia diajak kakeknya untuk pergi haji yang  pertama kali bersama keluarga, paman-paman serta bibi-bibinya. Tak lama  kemudian dia pindah ke pesantren di Kasingan, Rembang. Di desa itu dan  desa-desa sekitarnya, ia belajar fiqh, hadits, tafsir dan lain lain.  Pada usia 18 tahun, ia pindah lagi ke Termas, Pacitan, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon,  seperti dituturkan anak bungsunya yang kini menggantikannya sebagai  pengasuh Pesantren Salafiyah, H. Idris, “Pesantren itu sudah cukup maju  untuk ukuran zamannya, dengan administrasi yang cukup rapi. Pesantren  yang diasuh Kiai Dimyathi itu telah melahirkan banyak ulama terkemuka,  antara lain KH Ali Ma’shum, mantan Ro’is Am NU.” Menurut Idris, inilah  pesantren yang telah banyak berperan dalam pembentukan bobot keilmuan  Hamid. Di sini ia juga belajar berbagai ilmu keislaman. Sepulang dari  pesantren itu, ia tinggal di Pasuruan, bersama orangtuanya. Di sini pun  semangat keilmuannya tak pernah Padam. Dengan tekun, setiap hari ia  mengikuti pengajian Habib Ja’far, ulama besar di Pasuruan saat itu,  tentang ilmu tasawwuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Blantik&lt;br /&gt;Hamid menikah pada usia  22 tahun dengan sepupunya sendiri, Nyai Hj. Nafisah, putri KH Ahmad  Qusyairi. Pasangan ini dikarunia enam anak, satu di antaranya putri.  Kini tinggal tiga orang yang masih hidup, yaitu H. Nu’man, H. Nasikh dan  H. Idris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamid menjalani masa-masa awal kehidupan  berkeluarganya tidak dengan mudah. Selama beberapa tahun ia harus hidup  bersama mertuanya di rumah yang jauh dari mewah. Untuk menghidupi  keluarganya, tiap hari ia mengayuh sepeda sejauh 30 km pulang pergi,  sebagai blantik (broker) sepeda. Sebab, kata ldris, pasar sepeda waktu  itu ada di desa Porong, Pasuruan, 30 km ke arah barat Kotamadya  Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabarannya bersama juga diuji. Hasan Abdillah  menuturkan, Nafisah yang dikawinkan orangtuanya selama dua tahun tidak  patut (tidak mau akur). Namun ia menghadapinya dengan tabah. Kematian  bayi pertama, Anas, telah mengantar mendung di rumah keluarga muda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama  bagi sang istri Nafisah yang begitu gundah, sehingga Hamid merasa perlu  mengajak istrinya itu ke Bali, sebagai pelipur lara. Sekali lagi  Nafisah dirundung kesusahan yang amat sangat setelah bayinya yang kedua,  Zainab, meninggal dunia pula, padahal umurnya baru beberapa bulan.  Lagi-lagi kiai yang bijak itu membawanya bertamasya ke tempat lain. KH.  Hasan Abdillah, adik istri Kiai Hamid, menuturkan, seperti layaknya  keluarga, Kiai Hamid pernah tidak disapa oleh istrinya selama empat  tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tak pernah sekalipun terdengar keluhan darinya.  Bahkan sedemikian rupa ia dapat menutupinya sehingga tak ada orang lain  yang mengetanuinya. “Uwong tuo kapan ndak digudo karo anak Utowo  keluarga, ndak endang munggah derajate (Orangtua kalau tidak pernah  mendapat cobaan dari anak atau keluarga, ia tidak lekas naik  derajatnya)”, katanya suatu kali mengenai ulah seorang anaknya yang agak  merepotkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran beliau juga diterapkan dalam mendidik  anak-anaknya. Menut Idris, tidak pernah mendapat marah, apalagi pukulan  dari ayahnya. Menurut ldris, ayahnya lebih banyak memberikan pendidikan  lewat keteladanan. Nasihat sangat jarang diberikan. Akan tetapi, untuk  hal-hal yang sangat prinsip, shalat misalnya, Hamid sangat tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan  keharusan bagi anak-anaknya untuk bangun pada saat fajar menyingsing,  guna menunaikan shalat subuh, meski seringkali orang lain yang disuruh  membangunkan mereka, Hamid juga memberi pengajaran membaca al-Quran dan  fiqih pada anak-anaknya di masa kecil. Namun, begitu mereka menginjak  remaja, Hamid lebih suka menyerahkan anak-anaknya ke pesantren lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan  hanya kepada anak-anak, tapi juga istrinya, Hamid memberi pengajaran.  Waktunya tidak pasti. Kitab yang diajarkan pun tidak pasti. Bahkan, ia  mengajar tidak secara berurutan dari bab satu ke bab berikutnya.  Pendeknya, ia seperti asal comot kitab, lalu dibuka, dan diajarkan pada  istrinya. Dan lebih banyak, kata Idris, yang diajarkan adalah  kitab-kitab mengenai akhlak, seperti Bidayah al-Hidayah karya Imam  Ghazali, “Tampaknya yang lebih ditekankan adalah amalan, dan bukan  ilmunya itu sendiri,” jelasnya.&lt;br /&gt;Amalan dari kitab itu pula yang  ditekankan Kiai Hamid di Pesantren salafiyah. Kalau pesantren-pesantren  tertentu dikenal dengan spesialisasinya dalam bidang-bidang ilmu  tertentu – misainya alat (gramatika bahasa Arab) atau fiqh, maka  salafiyah menonjol sebagai suatu lembaga untuk mencetak perilaku seorang  santri yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, Kiai Hamid mewajibkan para santrinya  shalat berjamaah lima waktu. Sementara jadwal kegiatan pesantren lebih  banyak diisi dengan kegiatan wirid yang hampir memenuhi jam aktif.  Semuanya harus diikuti oleh seluruh santri. Kiai Hamid sendiri, tidak  banyak mengajar, kecuali kepada santri-santri tertentu yang dipilihnya  sendiri. Selain itu, khususnya di masa-masa akhir kehidupannya, ia hanya  mengajar seminggu sekali, untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushalla pesantren dan  pelatarannya setiap Ahad selalu penuh oleh pengunjung untuk mengikuti  pengajian selepas salat subuh ini. Mereka tidak hanya datang dari  Pasuruan, tapi juga kota-kota Malang, Jember, bahkan Banyuwangi,  termasuk Walikota Malang waktu itu. Yang diajarkan adalah kitab Bidayah  al-Hidayah karya al-Ghazali. Konon, dalam setiap pengajian, ia hanya  membaca beberapa baris dari kitab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya adalah  cerita-cerita tentang ulama-ulama masa lalu sebagai teladan. Tak jarang,  air matanya mengucur deras ketika bercerita. Disuguhi Kulit Roti Kiai  Hamid memang sosok ulama sufi, pengagum imam Al-Ghazali dengan  kitab-kitabnya lhya ‘Ulum ad-Din dan Bidayah al-Hidayah. Tapi, corak  kesufian Kiai Hamid bukanlah yang menolak dunia sama sekali. Ia, konon,  memang selalu menolak diberi mobil Mercedez, tapi ia mau menumpanginya.  Bangunan rumah dan perabotan-perabotannya cukup baik, meski tidak  terkesan mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia suka berpakaian dan bersorban yang serba  putih. Cara berpakaian maupun penampilannya selalu terlihat rapi, tidak  kedodoran. Pilihan pakaian yang dipakai juga tidak bisa dibilang  berkualitas rendah. “Berpakaianlah yang rapi dan baik. Biar saja kamu di  sangka orang kaya. Siapa tahu anggapan itu merupakan doa bagimu,”  katanya suatu kali kepada seorang santrinya. Namun, Kiai Hamid bukanlah  orang yang suka mengumbar nafsu. Justru, kata idris, ia selalu berusaha  melawan nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Abdillah bercerita, suatu kali Hamid berniat  untuk mengekang nafsunya dengan tidak makan nasi (tirakat). Tetapi,  istrinya tidak tahu itu. Kepadanya lalu disuguhkan roti. Untuk  menyenangkannya, Hamid memakan roti itu, tapi tidak semuanya, melainkan  kulitnya saja. “O, rupanya dia suka kulit roti,” pikir istrinya. Esoknya  ia membeli roti dalam jumlah yang cukup besar, lalu menyuguhkan kepada  suaminya kulitnya saja. Kiai Hamid tertawa. “Aku bukan penggemar kulit  roti. Kalau aku memakannya kemarin, itu karena aku bertirakat,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon,  berkali-kali Kiai Hamid ditawari mobil Mercedez oleh H. Abdul Hamid,  orang kaya di Malang. Tapi, ia selalu menolaknya dengan halus. Dan untuk  tidak membuatnya kecewa, Hamid mengatakan, ia akan menghubunginya  sewaktu-waktu membutuhkan mobil itu. Kiai Hamid memang selalu berusaha  untuk tidak mengecewakan orang lain, suatu sikap yang terbentuk dari  ajaran idkhalus surur (menyenangkan orang lain) seperti dianjurkan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya,  jika bertamu dan sedang berpuasa sunnah, ia selalu dapat  menyembunyikannya kepada tuan rumah, sehingga ia tidak merasa kecewa.  Selain itu, ia selalu mendatangi undangan, di manapun dan oleh siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  terbentuk oleh ajaran idkhalus surur, sikap sosial Kiai Hamid terbentuk  oleh suatu ajaran (yang dipahami secara sederhana) mengenai kepedulian  sosial islam terhadap kaum dlu’afa yang diwujudkan dalam bentuk  pemberian sedekah. Memang karikaturis – meminjam istilah Abdurrahman  Wahid tentang sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Kiai Hamid memang bukan seorang  ahli ekonomi yang berpikir secara lebih makro. Walau begitu, kita dapat  memperkirakan, sikap sosial Kiai Hamid bukan hanya sekadar refleksi dari  motivasi keagamaan yang “egoistis”, dalam arti hanya untuk mendapat  pahala, dan kemudian merasa lepas dari kewajiban. Kita mungkin dapat  melihat, betapa ajaran sosial islam itu sudah membentuk tanggung jawab  sosial dalam dirinya meski tidak tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam, tanggung  jawab sosial mula-mula harus diterapkan kepada keluarga terdekat,  kemudian tetangga paling dekat dan seterusnya. Urut-urutan prioritas  demikian tampak pada Kiai Hamid. Kepada tetangga terdekat yang tidak  mampu, konon ia juga memberikan bantuannya secara rutin, terutama bila  mereka sedang mempunyai hajat, apakah itu untuk mengawinkan atau  mengkhitan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Misykat yang mengabdi padanya hingga ia  meninggal, bercerita bahwa bila ada tetangga yang sedang punya hajat,  Kiai Hamid memberi uang RP. 10.000 plus 10 kg. beras. Islam mengajarkan,  hari raya merupakan hari di mana umat Islam dianjurkan bergembira  sebagai rasa syukur setelah menunaikan lbadah puasa sebulan penuh.  Menjelang hari raya, sebagai layaknya seorang ulama, Kiai Hamid tidak  menerima hadiah dan zakat fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, ia juga sibuk membaginya  kembali kepada handai tolan dan tetangga terdekat. Menurut H. Misykat,  jumlah hadiah – berupa beras dan sarung – untuk tetangga dekat setiap  tahun tergantung yang dipunyainya dari pemberian orang lain. Tapi yang  pasti, jumlahnya tak pernah kurang dari 313 buah. Ini adalah jumlah para  pengikut perang Badr (pecah di bulan Ramadhan antara Nabi dan orang  Kafir). Penelusuran lebih jauh akan menyimpulkan, perhatian terhadap  orang lain merupakan ciri dari sikap sosialnya yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa  semua tindakannya itu tumbuh dari sikap penuh perhatian yang tinggi  terhadap orang lain. Sehingga, kata H. M. Hadi, bekas santri dan adik  iparnya, “Semua orang merasa paling disayang oleh Kiai Hamid.” Setiap  pagi, mulai pukul 03.00, ia suka berjalan kaki berkeliling ke  Mushalla-mushalla hingga sejauh 1-2 km. untuk membangunkan orang-orang –  biasanya anak-anak muda – yang tidur di tempat-tempat ibadah itu. Di  samping itu, beberapa rumah tak luput dari perhatiannya sehingga membuat  tuan rumah tergopoh-gopoh demi mengetahui bahwa orang yang mengetuk  pintu menjelang subuh itu adalah Kiai Hamid yang sangat diseganinya.  Sikapnya yang kebapakan itulah yang membuat semua orang mengenalnya  secara dekat merasa kehilangan ketika ia wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia selalu dengan  penuh perhatian mendengarkan keluhan dan masalah orang lain, dan  terkadang melalui perlambang-perlambang, memberi pemecahan terhadapnya.  Tak cuma itu. Ia sering memaksa orang untuk bercerita mengenai yang  menjadi masalahnya. “Ceritakan kepada saya apa yang membuatmu gundah,”  desaknya kepada H. A. Shobih Ubaid, meski telah berkali-kali mengatakan  tidak ada apa-apa. Dan, akhirnya setelah dibimbing ke kamar di rumahnya,  Shobih dengan menangis menceritakan masalah keluarga yang selama ini  mengganjal di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat lain, orang lain terpaksa  bercerita bahwa ia masih kekurangan uang menghadapi perkawinan anaknya,  setelah didesak oleh Kiai Hamid. Kiai Hamid lalu memberinya uang Rp  200.000. Pemberian uang untuk maksud-maksud baik ini memang sudah bukan  rahasia lagi. Selain sering dihajikan orang lain, sudah puluhan pula  orang yang telah naik haji atas biayanya, baik penuh maupun sebagiannya  saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, tak kurang 300 masjid yang telah berdiri  atau direnovasi atas prakarsa serta topangan biayanya. Menurut H.  Misykat, kegiatan seperti ini kian menggebu menjelang ia wafat. Ia  memprakarsai renovasi terhadap beberapa mushalla di dekat rumahnya yang  selama ini tak pernah terjamah perbaikan. Untuk itu, di samping  mengeluarkan uang dari kantongnya sendiri, ia memberi wewenang kepada  masing-masing panitia untuk mempergunakan namanya dalam mencari  sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepeloporan, kebapakan dan sikap sosialnya yang  dicirikan dengan komitmen Idkhalus surur dan kepedulian sosial dalam  bentuknva yang sederhana dengan corak religius yang kuat merupakan watak  kepemimpinannya. Tapi, lebih dari itu, kepemimpinan yang tidak  menonjolkan diri, dan dalam banyak hal, bahkan berusaha menyembunyikan  diri, ternyata cukup efektif dalam kasus Kiai Hamid. Kiai Hamid yang  suaranya begitu lirih itu tidak pernah berpidato di depan umum: Tapi di  situlah, khususnya untuk masyarakat Pasuruan dan sebagian besar Jawa  Timur yang sudah terlanjur mengaguminya itu, terletak kekuatan Kiai  Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, kepemimpinan Kiai Hamid sudah mulai tampak selama  menuntut ilmu di Pesantren Termas. Ia sudah berganti nama sebanyak dua  kali. Ia lahir dengan nama Mu’thi, lalu berganti dengan nama Abdul Hamid  setelah haji yang pertama. Kemudian, tanpa sengaja, mertuanya, KH Ahmad  Qusyairi, memanggilnya dengan Hamid saja. “Nama saya memang Hamid saja,  Bah (Ayah),” katanya, seperti tidak ingin mengecewakan mertuanya itu.  Diantara karyanya, antara lain, Nadzam Sulam Taufiq, yaitu menyairkan  kitab terkenal di pondok pesantren, Sulam Taufiq. Sebuah kitab yang  berisi akidah, syari’ah, akhlaq dan tasawuf. Sedangkan Thariqah beliau  adalah Syadziliyah. Menurut beberapa sumber ada yang mengatakan  mengambil thariqah dari KH. Mustaqiem Husein, ada sumber lain  menyebutkan dari Syeikh Abdurrazaq Termas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," href="http://www.sufinews.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.sufinews.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-8343965803907751565?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/8343965803907751565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=8343965803907751565&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/8343965803907751565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/8343965803907751565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2011/04/kh-abdul-hamid-pasuruan.html' title='KH. Abdul Hamid Pasuruan'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-v2O81oVirqs/TbP8eA27e8I/AAAAAAAAApw/pgsqwq7JAsY/s72-c/kyai-hamid-pas2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-6004555956997020560</id><published>2010-12-05T12:16:00.004+07:00</published><updated>2010-12-05T12:22:09.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gali dana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khotmil qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1 muharram'/><title type='text'>Khotmil Quran menyambut 1 Muharram 1432 H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/TPsgoZzY6nI/AAAAAAAAAno/cmVoLRjwwQo/s1600/contoh%2Bamplop%2Bdftar%2Balm.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 236px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/TPsgoZzY6nI/AAAAAAAAAno/cmVoLRjwwQo/s320/contoh%2Bamplop%2Bdftar%2Balm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547063244530182770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;contoh amplop yang siap kirim&lt;br /&gt;Klik Gambar untuk memperbesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/TPsgoA9z9YI/AAAAAAAAAng/duB9fkj4EOc/s1600/Muhar%2BDes%2B2010.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 252px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/TPsgoA9z9YI/AAAAAAAAAng/duB9fkj4EOc/s320/Muhar%2BDes%2B2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547063237863011714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;contoh brosure yang akan diedarkan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-6004555956997020560?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/6004555956997020560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=6004555956997020560&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/6004555956997020560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/6004555956997020560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2010/12/khotmil-quran-menyambut-1-muharram-1432.html' title='Khotmil Quran menyambut 1 Muharram 1432 H'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/TPsgoZzY6nI/AAAAAAAAAno/cmVoLRjwwQo/s72-c/contoh%2Bamplop%2Bdftar%2Balm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-8511049184264268058</id><published>2010-03-16T06:44:00.006+07:00</published><updated>2010-03-16T07:52:34.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Duka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Tokoh Ibu Perumahan Turen Permai Meninggal Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/S57VSnrAzhI/AAAAAAAAAkw/Qrf4xpIS30Y/s1600-h/buwasis_kc.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/S57VSnrAzhI/AAAAAAAAAkw/Qrf4xpIS30Y/s320/buwasis_kc.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449027115028631058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perumahan Turen Permai Talangsuko Turen telah kehilangan figur tokoh perempuan. Ibu Suciati yang lebih akrab dipanggil Bu Wasis telah tiada. Almarhum menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 13.15 pada hari Minggu tanggal 14 Maret 2010 di kediaman Blok L-12 Perum Turen Permai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semasa hidupnya almarhum dikenal selalu ringan tangan, bahkan selalu menjadi rujukan bagi ibu-ibu perumahan.  Jika tetangga akan punya hajat konsultasi masalah dapur selalu minta pertimbangan Bu Wasis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keberhasilan pembangunan Masjid Baitul Muhtadien Perum Turen Permai juga atas dukungan peran ibu ibu utamanya peran Bu Wasis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semasa beliau sehat kesukaannya silahturahmi dikala orang-orang yang Dia kenal mengalami musibah, atau kerabatnya punya hajat. Bahkan sering inguk-inguk dikala tetangganya lama tak kelihatan untuk mengetahui kabarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jenasah disholati di Masjid Baitul Muhtadien, diimami oleh Ust. Zainal Arifin, cukup banyak para pelayat yang ikut sholat jenasah, menurut pantauan penulis, kali ini jumlah pelayat yang ikut sholat jamaah termasuk yang paling paling banyak. Insya Allah, hal ini buah dari amal beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ust. Ahmad Ghoffar Ismail, S.Sos selaku Modin memberikan sambutan sekaligus doa, selanjutnya  jenasah diberangkatkan menuju makam di desa Talangsuko (Selatan Lapangan Talangsuko).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selamat jalan Ibu Perumahan, semoga amal baikmu melapangkan jalanmu, Semoga Allah SWT mengampunimu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-8511049184264268058?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/8511049184264268058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=8511049184264268058&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/8511049184264268058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/8511049184264268058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2010/03/tokoh-ibu-perumahan-turen-permai.html' title='Tokoh Ibu Perumahan Turen Permai Meninggal Dunia'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/S57VSnrAzhI/AAAAAAAAAkw/Qrf4xpIS30Y/s72-c/buwasis_kc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-5590434443787253916</id><published>2009-11-29T16:40:00.003+07:00</published><updated>2010-12-05T12:24:54.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>KH Hasyim Muzadi: NU Terus Berkiprah di Dunia Internasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/TPsiGyJDb2I/AAAAAAAAAnw/kb9-LSSdMqU/s1600/kh%2Bhasyim%2Bmuzadi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 228px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/TPsiGyJDb2I/AAAAAAAAAnw/kb9-LSSdMqU/s320/kh%2Bhasyim%2Bmuzadi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547064865971203938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA--Ketua Umum PBNU KH Hasyim MUzadi menegaskan bahwa kiprah dan eksistensi NU di dunia internasional belakangan ini sudah sangat diakui dunia. Untuk itu kiai Hasyim berharap pengantinya pada periode mendatang mampu meneruskan agenda internasional NU. Menurutnya, calon ketua umum PBNU harus mampu mempromosikan pemikiran-pemikiran NU dan menunjukkan peran NU di kancah internasional. ''PBNU yang akan datang harus bisa melanjutkan agenda internasional NU. Ketua Umum PBNU harus bisa mempromosikan mindset NU. Bahwa minset NU bisa dipakai dunia,'' tegas kiai Hasyim di Jakarta kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, salah satu agenda internasional NU yang perlu di lanjutkan adalah International Conference of Islamic Scholars (ICIS). Menurut kiai Hasyim, ICIS yang telah dilakukan tiga kali oleh PBNU mampu mempertemukan kalangan cendekiawan dan ulama Timur Tengah dan Barat. ''Orang-orang Muslim Timur Tengah tidak bisa mendatangkan Barat, sementara Barat tidak pernah mendatangkan orang Timur Tengah. Tapi melalui ICIS, semua bisa kumpul,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim menambahkan, ICIS juga telah menjadi&lt;em&gt; second track diplomacy &lt;/em&gt;atau diplomasi jalan kedua selain diplomasi yang ditempuh melalui jalur resmi. Beberapa tokoh penting dunia lintas aliran yang tergabung dalam ICIS terbukti mampu menyelesaikan berbagai konflik Timur Tengah dan kasus-kasus yang ditimbulkan oleh kelompok Muslim garis keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim sendiri sebagai Sekjen ICIS sekaligus Presiden World Conference on Religions and Peace (WCRP) berperan penting dalam pembebasan sandra warga Korea Selatan oleh kelompok Taliban. Ia juga dilibatkan dalam melerai konflik yang terjadi di Thailand Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, beberapa hari lalu Hasyim dinobatkan sebagai salah satu tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia. The Royal Islamic Strategic Studies Center di Jordan dalam buku The 500 Most Influential Muslim 2009 menempatkan Hasyim pada peringkat ke-18 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia, dan peringkat ke-1 tokoh Muslim paling berpengaruh dari Indonesia. Menurut Hasyim, peringkat ini sebenarnya di berikan kepada NU yang merupakan organisasi Islam terbesar dan pikiran-pikiran serta kiprahnya dapat diterima dunia Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''NU mampu mengembangkan ajaran Islam yang moderat, rahmatan lil alamin. Sebelumnya dunia hanya mempunyai dua alternatif. Yaitu liberal dan yang fundamental. NU mampu tampil di kancah internasional tanpa harus mengikuti kedua aliran yang ekstrim tersebut dan tetap dengan jati diri khas NU yang ke-Indonesia-an,'' ungkapnya. osa/taq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Republika &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/91726/Hasyim_NU_Terus_Berkiprah_di_Dunia_Internasional"&gt;http://www.republika.co.id/berita/91726/Hasyim_NU_Terus_Berkiprah_di_Dunia_Internasional&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-5590434443787253916?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/5590434443787253916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=5590434443787253916&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/5590434443787253916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/5590434443787253916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2009/11/kh-hasyim-muzadi-nu-terus-berkiprah-di.html' title='KH Hasyim Muzadi: NU Terus Berkiprah di Dunia Internasional'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/TPsiGyJDb2I/AAAAAAAAAnw/kb9-LSSdMqU/s72-c/kh%2Bhasyim%2Bmuzadi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-1992504254903048256</id><published>2009-11-29T15:36:00.001+07:00</published><updated>2009-11-29T15:40:07.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kiblat'/><title type='text'>Arah kiblat Masjid Baitul Muhtadien Sudah Simetris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SxIzP2wrRwI/AAAAAAAAAkg/MgzhMl123J0/s1600/arah+kiblat+masjid+baitul+muhtadien.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 308px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SxIzP2wrRwI/AAAAAAAAAkg/MgzhMl123J0/s400/arah+kiblat+masjid+baitul+muhtadien.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409442449916118786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arah kiblat Masjid Baitul Muhtadien Perum Turen Permai Talang Suko Turen sudah sesuai (simetris) dengan garis merah QiblahLocator.com yaitu pada arah 294.23 derajat N bisa di cek di sini &lt;a href="http://www.qiblalocator.com/?latitude=-8.1275&amp;amp;longitude=112.6820&amp;amp;zoom=18" mce_href="http://www.qiblalocator.com/?latitude=-8.1275&amp;amp;longitude=112.6820&amp;amp;zoom=18" target="_blank"&gt;http://www.qiblalocator.com/?latitude=-8.1275&amp;amp;longitude=112.6820&amp;amp;zoom=18&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-1992504254903048256?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/1992504254903048256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=1992504254903048256&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/1992504254903048256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/1992504254903048256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2009/11/arah-kiblat-masjid-baitul-muhtadien.html' title='Arah kiblat Masjid Baitul Muhtadien Sudah Simetris'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SxIzP2wrRwI/AAAAAAAAAkg/MgzhMl123J0/s72-c/arah+kiblat+masjid+baitul+muhtadien.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-1085831539993789386</id><published>2009-11-29T15:09:00.004+07:00</published><updated>2009-11-29T15:33:46.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibadah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iedul Adha'/><title type='text'>Daging Kambing Korban  dibagikan usai sholat Iedul Adha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SxIxO1oEiuI/AAAAAAAAAkY/Z1B-NuP0ySI/s1600/mbelih+kambing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SxIxO1oEiuI/AAAAAAAAAkY/Z1B-NuP0ySI/s320/mbelih+kambing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409440233408465634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan sholat Iedul Adha di Masjid Baitul Muhtadien Perumahan Turen Permai pada hari Jumat 27 November 2009 mulai pukul 5.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertindak sebagai Imam sekaligus Khotib adalah Ust. Saifuddin Zuhri dari Ds. Tanggung Kec. Turen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam khotbahnya dia mengingatkan tentang sikap berkorban. "Apa yang sudah kita korbankan untuk agama kita,  apa yang sudah kita korbankan untuk anak, istri, suami dan keluarga kita. Dan hal apa saja yang sudah kita korbankan di jalan Allah SWT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Ustad yang kelahiran Turen itu menyampaikan arti pentingnya menegakkan sholat, sholat sebagai tiang agama, asholatu  imaddudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sholat Iedul Adha, pengurus masjid menghitung jariyah dari para jamaah. Setelah dihitung jariyah Iedul Adha 2009 berjumlah Rp 1.097.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para jamaah masjid yang lain mempersiapkan proses penyembelihan hewan kurban. Pada tahun ini Takmir Masjid Baitul Muhtadien Perumahan Turen Permai menerima 6 ekor Kambing sebagai hewan korban.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;P. Roni Indradi (2 ekor kambing)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P. Mashadi (1 ekor kambing)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P. Anas Yusuf Panjaitan ( 1 ekor kambing)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P. Sucipto ( 1 ekor Kambing)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PG Krebet ( 1 ekor kambing) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Daging Kambing Korban  dibagikan usai sholat Iedul Adha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-1085831539993789386?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/1085831539993789386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=1085831539993789386&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/1085831539993789386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/1085831539993789386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2009/11/kambing-korban-dibagikan-usai-sholat.html' title='Daging Kambing Korban  dibagikan usai sholat Iedul Adha'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SxIxO1oEiuI/AAAAAAAAAkY/Z1B-NuP0ySI/s72-c/mbelih+kambing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-997911988285961040</id><published>2008-09-28T11:59:00.003+07:00</published><updated>2008-09-28T12:23:39.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gali dana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iedul fitri'/><title type='text'>Selebaran Iedul fitri dengan Corel Draw 11</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SN8SnCQHEUI/AAAAAAAAAZM/GZkWYxGrxmI/s1600-h/idulfitri08.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SN8SnCQHEUI/AAAAAAAAAZM/GZkWYxGrxmI/s400/idulfitri08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250936152365928770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya membuat Selebaran (brosure) info iedul fitri hanya sebagai perantara saja untuk mengumpulkan dana pembangunan masjid. Jadinya gak enak dan gak pantes atau ngetarani kalau hanya mengedarkan amplop ke para jamaah di rumah-rumah untuk mengumpulkan dana pembangunan masjid. Makanya dibuat brosure biar amplop yang diedarkan gak sendirian. amplopnya nanti jadi satu dengan brosure dibagi-bagi ke warga muslim di lingkungan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amplopnya sudah distempel "Panitia Pembangunan Masjid",  pertama untuk mengingatkan bahwa amplop itu perlu diisi uang lebaran dan dibawa saat sholat iedul fitri. Lumayan Kalau diberi amplop nyumbangnya bisa lebih gede dari pada dibiarkan seiklasnya, kan lebih baik gede tapi iklas dari kecil nggrundel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua supaya amplopnya tidak digunakan untuk keperluan lain, misalnya untuk buwuh, kan lucu. atau untuk bungkus surat ijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Brosure ini sudah lebih dari 3 kali masih dipertahankan, maklum kadang keburu waktu, dan minimnya inspirasi. Moga aja kawan2 ada yang punya ide, inspirasi yang lebih siip gituu. Sehingga brosure lebih dinamis, futuristik, dan ndak terkesan klasik. Memang sih brosure nya sempat mendapat kritikan yang pedes gitu. Tapi kalau ngritik gak disertai solusi, yaaa podo ambik gondrongg. Jare Pak wasis keplok gak tombok, akeh tunggal le.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-997911988285961040?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/997911988285961040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=997911988285961040&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/997911988285961040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/997911988285961040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2008/09/selebaran-iedul-fitri-dengan-corel-draw.html' title='Selebaran Iedul fitri dengan Corel Draw 11'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SN8SnCQHEUI/AAAAAAAAAZM/GZkWYxGrxmI/s72-c/idulfitri08.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-7099347963206532977</id><published>2008-08-06T12:26:00.001+07:00</published><updated>2008-08-06T12:39:14.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangunan'/><title type='text'>konstruksi begesting kubah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJk4DHvO6tI/AAAAAAAAAVg/snJjifF03i0/s1600-h/kamto+on+kubah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJk4DHvO6tI/AAAAAAAAAVg/snJjifF03i0/s320/kamto+on+kubah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231274068435462866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJk4DNrf3NI/AAAAAAAAAVo/L3R_Bp5oGek/s1600-h/kontruiksi+penyangga+kubah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJk4DNrf3NI/AAAAAAAAAVo/L3R_Bp5oGek/s320/kontruiksi+penyangga+kubah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231274070030408914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJk4Dd94GKI/AAAAAAAAAVw/5iJjnDK8MFk/s1600-h/aghis+ikut+khotmil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJk4Dd94GKI/AAAAAAAAAVw/5iJjnDK8MFk/s320/aghis+ikut+khotmil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231274074402461858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-7099347963206532977?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/7099347963206532977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=7099347963206532977&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/7099347963206532977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/7099347963206532977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2008/08/konstruksi-begesting-kubah.html' title='konstruksi begesting kubah'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJk4DHvO6tI/AAAAAAAAAVg/snJjifF03i0/s72-c/kamto+on+kubah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-3644477212563522307</id><published>2008-07-31T07:19:00.005+07:00</published><updated>2008-07-31T07:30:30.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khotmil qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='isro&apos; mi&apos;roj'/><title type='text'>Khotmil Qur'an memperingati Isro' Mijroj</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJEG1BRaR0I/AAAAAAAAAVQ/JkDkGF3ZUdk/s1600-h/P7308913.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJEG1BRaR0I/AAAAAAAAAVQ/JkDkGF3ZUdk/s320/P7308913.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228968150298150722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJEF8Ahap7I/AAAAAAAAAVA/OYIwAypCyRw/s1600-h/P7308917.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 329px; height: 245px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJEF8Ahap7I/AAAAAAAAAVA/OYIwAypCyRw/s320/P7308917.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228967170844305330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Penyelesaian Kubah Masjid BM Turen Permai&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-3644477212563522307?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/3644477212563522307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=3644477212563522307&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/3644477212563522307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/3644477212563522307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2008/07/khotmil-quran-memperingati-isro-mijroj.html' title='Khotmil Qur&apos;an memperingati Isro&apos; Mijroj'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/SJEG1BRaR0I/AAAAAAAAAVQ/JkDkGF3ZUdk/s72-c/P7308913.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-441240530556863481</id><published>2008-04-01T07:10:00.003+07:00</published><updated>2008-04-01T07:38:21.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibadah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mp3'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tarkhim'/><title type='text'>Suara Tarkhim Mulai Berkumandang</title><content type='html'>Sejak tiga hari yang lalu, tepatnya Sabtu 29 Maret 2008 waktu subuh, suara Tarkhim mulai berkumandang di masjid Baitul Muhtadin (BM) Perum Turen Permai. Walau masjid ini sudah berdiri sejak 8 tahun silam, baru Subuh 3 hari kemarin  suara tarkhim itu bisa berkumandang di corong masjid. Saya cari di google akhirnya dapat file tarkhim MP3 di blognya&lt;a href="http://agk1.multiply.com/journal/item/73/Rindu"&gt; Mas Ghoffar .&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memutar qiroah menjelang subuh, maghrib dan menjelang adzan Sholat jum'at di masjid BM menggunakan CD- MP3 player. Kebanyakan suara Tarkhim dikemas dalam bentuk kaset,  sedang tape kaset di masjid dah lama nggak dipakai, kemungkinan sudah tidak sempurna untuk memutar kaset.&lt;br /&gt;Untuk itu saya harus dapatkan file MP3 tarkhim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini para jamaah bisa mempersiapkan diri untuk jamaah sholat subuh lebih awal, sehingga tidak ketinggalan jamaah. Karena sebelum adzan dikumandangkan diawali dengan  suara tarkhim. Tarkhim ini memang berisi puji-pujian kepada Rosululloh berdurasi 6:12. merupakan ciri khas masjid-masjid pondok pesantren di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih marak lagi terdengar kala saat bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download Tarkhim MP3 Bisa di unduh &lt;a href="http://storageserver.co.uk/manage.asp?a=det&amp;amp;code=EF8QB/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-441240530556863481?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/441240530556863481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=441240530556863481&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/441240530556863481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/441240530556863481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2008/04/suara-tarkhim-mulai-berkumandang.html' title='Suara Tarkhim Mulai Berkumandang'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-727281324785004273</id><published>2008-02-01T10:00:00.000+07:00</published><updated>2008-02-01T10:06:13.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibadah'/><title type='text'>Fasal tentang Tahlil</title><content type='html'>Fasal tentang Tahlil (1) 29/01/2008&lt;br /&gt;Dalam bahasa arab, Tahlil berarti menyebut kalimah “syahadah” yaitu “La ilaha illa Allah” (لااله الا الله). Definisi ini dinyatakan oleh Al-Lais dalam kitab “Lisan al-Arab”. Dalam kitab yang sama, Az-Zuhri menyatakan, maksud tahlil adalah meninggikan suara ketika menyebut kalimah Thayyibah.Namun kemudian kalimat tahlil menjadi sebuah istilah dari rangkaian bacaan beberapa dzikir, ayat Al-Qur'an, do'a dan menghidangkan makanan shadaqah tertentu yang dilakukan untuk mendo'akan orang yang sudah meninggal. Ketika diucapkan kata-kata tahlil pengertiannya berubah seperti istilah masyarakat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahlil pada mulanya ditradisikan oleh Wali Songo (sembilan pejuang Islam di tanah Jawa). Seperti yang telah kita ketahui, di antara yang paling berjasa menyebarkan ajaran Islam di Indonesia adalah Wali Songo. Keberhasilan dakwah Wali Songo ini tidak lepas dari cara dakwahnya yang mengedepankan metode kultural atau budaya.Wali Songo mengajarkan nilai-nilai Islam secara luwes dan tidak secara frontal menentang tradisi Hindu yang telah mengakar kuat di masyarakat, namun membiarkan tradisi itu berjalan, hanya saja isinya diganti dengan nilai Islam. Dalam tradisi lama, bila ada orang meninggal, maka sanak famili dan tetangga berkumpul di rumah duka. Mereka bukannya mendoakan mayit tetapi begadang dengan bermain judi atau mabuk-mabukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Songo tidak serta merta membubarkan tradisi tersebut, tetapi masyarakat dibiarkan tetap berkumpul namun acaranya diganti dengan mendoakan pada mayit. Jadi istilah tahlil seperti pengertian di atas tidak dikenal sebelum Wali Songo.KH Sahal Mahfud, ulama asal Kajen, Pati, Jawa Tengah, yang kini menjabat Rais Aam PBNU, berpendapat bahwa acara tahlilan yang sudah mentradisi hendaknya terus dilestarikan sebagai salah satu budaya yang bernilai islami dalam rangka melaksanakan ibadah sosial sekaligus meningkatkan dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya adalah, apakah doa orang yang bertahlil akan sampai kepada mayit dan diterima oleh Allah? Jika diperhatikan dalam hadits bahwa Nabi SAW pernah mengajarkan doa-doa yang perlu dibaca untuk mayit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ: صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فَسَمِعْتُهُ يَقُوْلُ اللَّهُمَّ اِغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik, ia berkata; Nabi SAW telah menunaikan shalat jenazah, aku mendengar Nabi SAW berdoa; Ya Allah!! ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkan dia.”Di dalam hadis, Nabi SAW pernah menyatakan;&lt;br /&gt;يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ“&lt;br /&gt;orang yang menyebut “la ilaha illa Allah” akan dikeluarkan dari neraka."Hadis ini menyatakan tentang keselamatan mereka menyebut kalimah syahadah dengan diselamatkan dari api neraka. Jaminan ini menandakan bahwa, menyebut kalimah syahadat merupakan amalan soleh yang diakui dan diterima Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan demikian, apabila seseorang yang mengadakan tahlil, mereka berzikir dengan mengalunkan kalimah syahadah terlebih dahulu, kemudian mereka berdoa, maka amalan itu tidak bertentangan dengan syari’at, sebab bertahlil itu sebagai cara istighatsah kepada Allah agar doanya diterima untuk mayit.Dari hadis tersebut juga dapat diambil kesimpulan hukum bahwa, doa kepada mayit adalah ketetapan dari hadits Nabis SAW maka dengan demikian, anggapan yang mengatakan doa kepada mayit tidak sampai, merupakan pemahaman yang hanya melihat kepada zhahir nash, tanpa dilihat dari sudut batin nash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumentasi mereka adalah firman Allah SWT:&lt;br /&gt;وَاَنْ لَيْسَ للإنْسَانِ اِلاَّ مَاسَعَى“Dan tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dia kerjakan”. (QS An-Najm 53: 39)Juga hadits Nabi Muhammad SAW:&lt;br /&gt;اِذَامَاتَ ابْنُ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak Adam meningga, maka putuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan, dan anak shaleh yang mendo’akannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;H.M.Cholil Nafis, MA.&lt;br /&gt;Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : &lt;a href="http://www.nu.or.id/page.php"&gt;http://www.nu.or.id/page.php&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-727281324785004273?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/727281324785004273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=727281324785004273&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/727281324785004273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/727281324785004273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2008/02/fasal-tentang-tahlil.html' title='Fasal tentang Tahlil'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-5442553726844745583</id><published>2008-01-11T18:47:00.000+07:00</published><updated>2008-01-11T19:32:36.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khotmil qur&apos;an'/><title type='text'>Khotmil Qur'an 1 Muharram 1429 H.</title><content type='html'>Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muhtadien Perum Turen Permai Mengadakan Khotmil Qur'an dan Tahlil akbar. Khotmil Qur'an dilaksanakan tanggal 1 Muharram 1429 H. atau tanggal 10 Januari 2008 hari Kamis, mulai setelah sholat Subuh sampai setelah Sholat Dhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dibuka oleh Ust. Zainal Arifin, dalam sambutannya dia mengatakan bahwa tujuan acara ini adalah menyambut Tahun Baru Islam (1 Muharram 1429 H) sekaligus birul walidain, dan kirim doa kepada para anggota keluarga dari warga turen permai yang telah meningal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acara yang selalu rutin dilaksanakan tiap tahun sekali ini digunakan untuk penggalangan dana pembangunan masjid. Hampir 60 keluarga terlibat dalam acara ini. Mereka bebas menentukan partisipasinya,&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;ada yang memilih ikut pembacaan Qur'an,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ada juga yang ikut semaan saja,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;banyak yang titip sodaqoh jariyah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ibu-2 lebih nikmat memilih terlibat menyiapkan konsumsi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menyerahkan daftar nama almarhum-almarhumah keluarga mereka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sekitar 20% partisipan memilih semua bentuk partispasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Alhamdulillah dana yang terkumpul sebesar Rp 1.148.000 dari acara ini. Semoga Amal jariyah dari para muslimin muslimat warga Turen Permai mendapat ridho dari Allah SWT. dan mendapatkan ganti rejeki yang berlipat ganda amien.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-5442553726844745583?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/5442553726844745583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=5442553726844745583&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/5442553726844745583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/5442553726844745583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2008/01/khotmil-quran-1-muharram-1429-h.html' title='Khotmil Qur&apos;an 1 Muharram 1429 H.'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5812982282649518150.post-6481867288652283784</id><published>2007-12-14T05:22:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T05:38:38.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iedul Adha'/><title type='text'>Iedul Adha 1428H</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/R2G0LIMvheI/AAAAAAAAAM8/IT6AttpgjTY/s1600-h/lurah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143590352706307554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/R2G0LIMvheI/AAAAAAAAAM8/IT6AttpgjTY/s320/lurah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sholat Iedul Adha untuk warga perumahan Turen Permai dilaksanakan pada :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Hari, tanggal : Kamis, 20 Desember 2007 &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bertempat : Masjid Baitul Muhatadien Perum Turen Permai&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jam : 05.20 wib&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Khotib : Ust. Bagus Mutamtam Ghozali (Padi-Talangsuko)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Setelah sholat Ied dilanjutkan : &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Penyembelihan hewan qurban&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ramah Tamah dengan Kepala Desa Talangsuko (lama dan terpilih)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pameran Foto Pembangunan Masjid&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Lounching Website Masjid Baitul Muhtadien Perumahan Turen Permai&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5812982282649518150-6481867288652283784?l=masjid-turenpermai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/feeds/6481867288652283784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5812982282649518150&amp;postID=6481867288652283784&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/6481867288652283784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5812982282649518150/posts/default/6481867288652283784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masjid-turenpermai.blogspot.com/2007/12/iedul-adha-1428h.html' title='Iedul Adha 1428H'/><author><name>embasjori</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17177790511308275919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_xLYeuvWdrWs/SBBH032xDPI/AAAAAAAAASI/XMmL6n9Mx1w/S220/basnyum.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xLYeuvWdrWs/R2G0LIMvheI/AAAAAAAAAM8/IT6AttpgjTY/s72-c/lurah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
